BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi salah satu tujuan pemasaran narkoba terbesar di Kalimantan Tengah (Kalteng). Apalagi jalan masuk ke daerah ini cukup banyak, mulai dari jalur udara, laut, maupun darat.

Hal itu sangat mempermudah para bandar ataupun pengedar untuk memasok barang haram tersebut. "Kami tidak ingin diam saja melihat hal tersebut. Kami akan terus melakukan antisipasi peredaran narkoba di daerah ini," kata Komandan Kompi Detasmen B Pelopor Satuan Brimob Polda Kalteng Iptu Agung, Rabu (10/5/2017).

Menurutnya, hampir setiap hari sabu, ekstasi, maupun obat terlarang beredar di wilayah Kotim. Untuk itu, jajaran Detasmen B Pelopor Satuan Brimob Polda Kalteng meningkatkan patroli malam, baik itu melalui razia tempat hiburan malam, maupun antisipasi lainnya.

Penindakan terhadap para kurir, pengedar, ataupun bandar, tidak hanya terpaku pada warga sipil saja. Anggota yang terlibat narkoba pun akan ditindak tegas. "Kalau sampai ada anggota yang tertangkap, kami tidak segan untuk menindak sesuai dengan hukum yang berlaku, tanpa ada kata tebang pilih," kata Agung.

Selain Brimob, Polres Kotim lebih dulu gencar memerangi narkoba. Bahkan mereka dapat membekuk salah satu bandar terbesar sabu di daerah ini dengan barang bukti 400 gram. Namun hal itu tidak dapat menjadi patokan bahwa peredaran barang haram tersebut sudah berkurang. Masih banyak para penjual narkoba yang bergentayangan di daerah ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)