BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada prinsipnya personil dan peralatan yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sudah cukup untuk menghadapi bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Namun, mesin pemadam dan selang yang saat ini kita miliki hanya mampu menjangkau jarak 100 meter," ungkap Wawan Berlison, Kepala Bidang Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Jumat (30/6/2017).

Padahal biasanya jika terjadi kebakaran hutan dan lahan jaraknya bisa mencapai berkilo-kilo meter.

"Kendala itu untuk sekarang tidak bisa diatasi, sebab kemampuan jarak semprot memang sudah maksimal 100 meter. Jika panjang selang ditambah, maka daya tekan air tidak bisa kencang," tuturnya.

Sebagai upaya agar bencana kabut asap seperti di 2015 agar tidak terulang lagi maka Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya melakukan berbagai persiapan dan upaya pencegahan.

"Mulai Mei kemarin kami selalu memantau titik-titik panas yang bisa menjadi bibit kebakaran. Setiap hari petugas pemadam keliling ke sejumlah wilayah kecamatan dan kelurahan untuk memantau titik api," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)