BORNEONEWS, Muara Teweh – Jajaran Polres Barito Utara terus berupaya menjauhkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, peredaran narkoba dari hari ke hari kian marak dan telah menyasar generasi muda bahkan peserta didik.
Berdasarkan data yang diungkapkan Kapolres Barito Utara AKBP Tato Pamungkas Suyono, dari 4,2 juta jiwa penduduk Indonesia yang menjadi korban narkoba, kurang lebih 51 ribu di antaranya meninggal dunia.
“Kalangan generasi muda adalah sasaran kejahatan narkoba. Dari total jumlah 4,2 juta jiwa tersebut, sebanyak 40% adalah generasi muda dan 5%-10% adalah remaja atau kalangan pelajar,” kata Kapolres, saat memberikan arahan, pembinaan, dan masukan kepada peserta didik baru yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Muara Teweh, Rabu (12/7/2017).
Sosialisasi mengenai bahaya narkoba tidak hanya dilakukan jajaran Polres Barito Utara di SMAN 1 Muara Teweh, tetapi juga di sekolah-sekolah lainnya.
Rencananya, Polres Barito Utara pada bulan ini memfokuskan sosialisasi ke kalangan pelajar. Demi mengingatkan mereka tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan barang terlarang lainnya. Di sela sesialiasi narkoba, juga disampaikan tentang bahaya penyalahgunaan media sosial, kebinekaan, serta wawasan kebangsaan.
Kapolres berharap, generasi muda di Barito Utara mendukung Gerakan Mahasiswa dan Pelajar (Gempar) Anti Narkoba yang telah dibentuk beberapa waktu lalu.
“Kita harus benar-benar anti atau menjauhi narkoba bila ingin memiliki masa depan yang baik. Sebab orang bisa sukses karena mereka memiliki prestasi dan untuk bisa mendapat prestasi perlu belajar dengan sungguh-sungguh,” tegasnya. (RAMADHANI/B-3)








