BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelurahan Petuk Ketimpun dan Kelurahan Marang, Kota Palangka Raya membentuk masyarakat peduli api (MPA).

Pembentukan MPA ini berkat kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahann Iklim, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan DAOPS Palangka Raya.

"Totalnya ada 30 warga dari dua kelurahan. Tujuannya sebagai langkah antisipasi karena sudah memasuki musim kemarau. Jadi dari balai bersama masyarakat Katimpun bersama-sama mencari solusi untuk mencegah terjadinya kebakaran, sehingga musibah seperti 2015 tidak terjadi," kata Lurah Petuk Ketimpun, Said Zain Bachsin, Kamis (13/7/2017).

Dia menuturkan pembentukan MPA ini dilakukan, Rabu (12/7/2017) dilanjutkan dengan latihan tekhnik memadamkan api. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Petuk Ketimpun.

Menurut Said, kepedulian masyarakat dalam mengantisipasi kebakaran khususnya di Kelurahan Petuk Ketimpun sudah cukup baik. Pada 2016, pihaknya juga telah membentuk kelurahan tangguh bencana atau desa tangguh bencana (nama dari program secara nasional).

Pembentukan ini juga masih berjalan sampai saat ini. "Jadi pembentukan ini untuk menanggulangi bencana api. Bagaimana cara mencegah dan menanggulanginya. Apalagi memasuki musim kemarau ini sangat rentan terjadinya kebakaran," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)