BORNEONEWS, Sampit - Dalam beberapa hari terakhir ini di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak turun hujan. Ini didasari bahwa memasuki Agustus 2017 ini sudah memasuki musim kemarau.
Hal tersebut diungkapkan PLH Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Senddy, di mana saat ini sudah memasuki musim panas. Sehingga masyarakat harus waspada, karena ada dua kemungkinan yang akan terjadi, salah satu diantaranya adalah kebakaran lahan yang sangat meluas dan juga kekurangan ketersediaan air bersih untuk konsumsi masyarakat.
"Berdasarkan prediksi BMKG, bahwa saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau. Sehingga tingkat kerawanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dan bencana kabut asap bisa saja terjadi," ujar Senddy, Rabu (26/7/2017).
Atas kondisi tersebut masyarakat diminta selalu waspada dan jangan sampai melakukan hal yang dilarang seperti membakar hutan dan lahan hanya untuk kepentingan sendiri. Karena dampak kabut asap tersebut tidak hanya dirasakan pelaku pembakar lahan saja. Namun hampir seluruh masayarakat di Kotim ini.
"Saya minta agar tidak melakukan pembakaran, karena dampaknya sangat luas, tidak hanya kesehatan, namun juga aktivitas ekonomi di Kotim," terang Senddy.
Mengahadapi musim kemarau ini, pihaknya akan menggelar pertemuan bersama instansi terkait, yang mana direncanakan digelar pada awal Agustus mendatang.
Ditambahkannya, bencana yang dihadapi Kotim terpengaruh olehmusim. Ketika musim penghujan, maka kerawananyaadalah banjir dan ketika musim kemarau sangat rawan terjadikebakaran lahan dan kekeringan. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








