BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pasangan suami istri yang baru menikah tiga bulan lalu ini, S (20) dan pasangannya berusia 16, terpaksa berurusan dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Barat. Warga asal Kotawaringin Lama dan Desa Sulung Kenambui itu tepergok saat pesta zenith di barakan milik HF, Jalan LKMD II, Kelurahan Madurejo, Kabupaten Kotawaringin Barat, pukul 23.00 WIB, Rabu (2/8/2017).
Pasangan ini ditangkap bersama enam kawannya yang berusia 16 dan kakak kandungnya AS (20). Namun, sang suami menolak disebut terlibat dalam pesta zenith.
Ia mengaku, hanya menumpang bermalam di barakan kawannya, karena saat mau pulang ke Kotawaringin Lama, ia dan istrinya kemalaman. "Saya baru nikah tiga bulan, kita sebenarnya hanya numpang bermalam karena sudah kemalaman mau pulang, beneran kami tidak ikut mengonsumsi zenith," ujar S, sambil tertunduk lesu.
Namun, alasan S ditolak oleh BNNK Kobar. Pasalnya, hasil tes urine menunjukan mereka positif mengonsumsi zenith. "Saya sudah lama minum zenith, mungkin belum hilang dari badan saya," kata mereka.
Selain pasangan suami-istri, ada juga kakak beradik yang terlibat pesta zenith.
AS yang bekerja di perusahaan perkebunan ini mengaku menengok adik perempuannya dan berkumpul bersama kawan-kawannya di barakan adiknya. Ia yang bekerja di perusahaan sawit ini mengajak kawan-kawannya mengkonsumsi zenith.
Akibat perbuatannya pasangan suami istri ini, serta dua kakak beradik AS dan HF serta enam orang rekannya digelandang ke kantor BNNK dan rencananya akan direhabilitasi. Namun sebelum itu, orang tua mereka akan dipanggil agar mengetahui perbuatan putra putrinya. (KOKO SULISTYO/B-2)
Wow.. Pasangan Suami Istri Ini Terlibat Pesta Zenith!
Bagikan:
PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polisi Temukan 8 Orang Positif Narkoba Saat Razia Tempat Hiburan Malam di Katingan
Polres Barito Timur Kembali Ungkap Kasus Narkoba, Lima Tersangka Ditangkaap
Kampung Bebas Narkoba di Selat Utara Jadi Ruang Edukasi Bahaya Narkotika dan Karhutla
Bupati Seruyan Tekankan Ketahanan Pangan dan Harga Sembako Terjangkau
Ekonomi Palangka Raya Terganggu Akibat Karhutla Berkepanjangan
Balai Bahasa Kalteng Gelar Webinar Etnisitas dan Ekologi Bahasa, Hadirkan Pakar Malaysia
Komentar (0)
Memuat komentar…







