BORNEONEWS, Buntok – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya bekerja sama dengan Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman (GN-POPA) di GPU Jaro Pirarahan, Buntok, Senin (7/8/2017).

Kepala BPOM kalteng, Trikoranti Mustikawati mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasidan edukasi untuk meningkatkan pengawasan obat dan makanan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu dari tiga pilar strategi sasaran prioritas Nasional BPOM pusat,” kata Trikoranti Mustikawati kepada Borneonews.co.id, Senin (7/8/2017).

Sosialisasi seperti ini rutin dilakukan BPOM. “Ini merupakan upaya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba bagi masyarakat dan para generasi muda,” ucapnya.

Bupati Barsel, Eddy Raya Samsuri menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan. Mengingat hak ini sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat.
Saat ini,lanjut dia, patut menjadi perhatian semuannya bahwa penyalahgunaan narkoba ini sudah merambah ke anak-anak bahkan masuk kepelosok perdesaan.

“Hal ini berdampak luas dan kompleks mulai dari perubahan perilaku, ganguan kesehatan, menurunyaproduktivit­as kerja secara drastis, kriminalitas dan meningkatnya tindak kriminilatis,” ucapnya.

Namun lanjut dia, hal tersebut tidak lantas menyalahkan sepenuhnya sipengguna. Alangkah baiknya mencari dimana akar permasalahannya sehingga mereka terjerumus menggunakan narkoba.

“Melalui kegiatan ini saya pribadi dan atas nama pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Sehingga dengan demikian penyalahgunaannya akan diminimalisir,” ajaknya. (URIUTU DJAPER/B-6)