BORNEONEWS, Palangka Raya - Keberhasilan jajaran Unit Resmob Polda Kalsel membongkar gudang zenith di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan barang bukti 7,320 ratus ribu butir zenith atau senilai Rp10, 614 miliar, berdampak positif terhadap Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
"Sejak penggerebekan di Banjarmasin, dari hasil penyelidikan di lapangan, peredaran zenith kini langka," kata Kasat Reserse Narkoba Polres Palangka Raya AKP Gatoot Sisworo, Kamis (12/10/2017).
Kelangkaan tersebut terjadi karena selama ini zenith yang marak beredar di 'Kota Cantik' banyak disuplai dari Banjarmasin. Bahkan hampir keseluruhan pengedar yang ditangkap mengaku mendapat obat terlarang itu dari Banjarmasin.
"Yang jelas peredaran di sini berkurang. Kalau pun ada paling tinggal sisa-sisanya," ungkap dia.
Oleh sebab itu, Gatoot mengaku sangat bersyukur karena gudang zenith telah terbongkar. Sehingga generasi penerus bangsa bisa mengenyam bangku pendidikan dengan baik tanpa dihantui obat-obatan terlarang.
Mengenai mulai langkanya zenith di 'Kota Cantik' juga disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya, Muhammad Soedja'i. "Memang dari hasil penyelidikan di lapangan saat ini sudah cukup langka," ungkapnya. (BUDI YULIANTO/B-3)








