BORNEONEWS, Sampit - Rumah warga di tepi Sungai Mentaya, terutama di daerah selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dipasangi jaring pengaman yang terbuat dari tali. Pengamamnan itu untuk mengantisipasi serangan buaya.

Pengamanan itu juga dipasang di salah satu rumah warga bernama Sugian, yang tinggal di Desa Babaung Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim. "Kami berikan jaring pengaman kepada salah satu warga, yang di dekat rumahnya muncul buaya. Hal itu dilakukan agar mengantisipasi serangan buaya," ujar Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit Muriansyah.

Namun, tidak semua warga mendapatkan pengamanan jaring, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pihak BKSDA. Sehingga BKSDA meminta kepada pihak kecamatan yang daerahnya rawan serangan buaya, agar bisa memberikan jaring pengaman kepada warganya. "Kalau tidak dapat memberikan secara gratis, paling tidak mengimbau kepada masyarakatnya agar memasang jaring tersebut," kata Muriansyah.

Pemasangan jaring tersebut bukan tanpa sebab. Karena dalam beberapa pekan terakhir, banyak masyarakat yang tinggal di tepi Sungai Mentaya, sering melihat buaya. Bahkan, beberapa warga melihat buaya tersebut sudah naik ke jalan atau pekarangan warga saat air pasang naik. Hal itulah yang membuat mereka khawatir hingga tidak berani beraktivitas keluar rumah saat malam hari ketika air sungai pasang. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)