BORNEONEWS, Sampit - Maraknya peredaran narkoba di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat anggota Komisi III DPRD setempat, Supriadi merasa prihatin, apalagi belakangan ini sudah merambah kalangan pelajar.

"Kami meminta agar seluruh sekolah di Kotim dan orang tua bisa membentengi anak mereka dengan pendidikan karakter dan agama yang kuat," kata Supriadi, Selasa (24/10/2017).

Lanjut politisi partai Golkar itu, pemerintah daerah harus melihat persoalan ini sebagai ancaman luar biasa. Karena kalau dibiarkan, Kabupaten Kotim kedepannya akan krisis generasi mudah yang bebas dari Narkotika

Maka dari itu, Supriadi sepakat agar pengedar narkotika ditindak tegas hingga tembak ditempat, pasalnya saat ini upaya memberikan efek jera melalui penangkapan sesuai dengan peraturan tanpa ada pengaruh dan efek jera.

Dari data tangkapan polisi setiap tahunnnya selalu meningkat, artinya menurut Supriadi upaya pemberian efek jera dengan proses hukuman pidana ternyata belum memberikan pengaruh apa-apa.

"Makanya saya sepakat saja kalau pengedar ini baik narkoba dan zenith itu diambil tindakan tembak ditempat karena ini kejahatan luar biasa,” pungkasnya.

Menurut Supriadi, saat ini pemerintah gencar mengucurkan anggaran diatas 20 persen untuk sektor pendidikan. Upaya ini akan sia-sia jika generasi muda itu sudah dirusak dari dalam melalui narkoba. Maka dari itu perang terhadap narkoba harus dilakukan secara bersama-sama. (NACO/B-5)