BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur darurat narkoba, bahkan yang cukup menjadi perhatian setelah diamankannya dua truk zenith di pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotim. Pemkab Kotim didorong segera membentuk BNN Kabupaten.

Menurut anggota DPRD Kotim, Dadang H Syamsu, keberadaan BNNK di Kotim sangat diharapkan, agar perang terhadap narkoba ini bisa lebih gencar dilakukan. Karena ia sangat geram melihat banyaknya zenith yang siap diedarkan ternyata untuk warga Kotim. "Bayangkan berapa warga kita yang mengkonsumsi obat itu, ini yang menjadi musuh kita bersama, kita apresiasi atas kerja keras pihak kepolisian selama ini," tegas Dadang.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional ini, aparat harus mengungkap kasus ini sampai tuntas hingga pada pemilik obat daftar G yang sudah dicabut izin edarnya tersebut. Karena jika tidak ancaman terhadap obat itu tetap akan terjadi kedepannya.

Tidak hanya itu Dadang juga mendorong agar pihak Kepolisian maupun Satpol PP untuk lebih gencar merazia minuman keras jenis arak, apalagi berhembus informasi di kalangan masyarakat pasca zenith harganya naik dan kosong banyak yang beralih menggunakan arak.

"Ini jangan dibiarkan, apalagi payung hukum perda minuman alkohol kita sudah jelas, Satpol PP harus lebih gencar ini ancaman untuk daerah kita, jangan sampai generasi kita rusak akibat barang-barang seperti itu," tegas Dadang.

Di sisi lain, Dadang berharap kepada pihak terkait untuk lebih memperketat barang masuk ke Kotim melalui pelabuhan, karena yang cukup mencengangkan para pelaku usaha ilegal itu sangat berani mengirim barang seperti itu melalui jalur resmi.

"Yang jadi pertanyaan kita kenapa hampir bisa lulus, apakah ini baru kali pertama atau sudah sering dilakukan," pungkas anggota Komisi III DPRD Kotim ini.(NACO/B-8)