BORNEONEWS, Sampit - Tingginya peredaran narkoba di Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai banyak faktor pendukung yakni dijadikannya sasaran edar. Untuk meminimalisasi hal ini sudah saatnya daerah ini membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten.
”Saya rasa saat ini Kotim sudah harus membentuk BNNK, karena wilayah ini dijadikan salah satu sasaran peredaran narkoba oleh para pengedar. Di tambah lagi banyaknya faktor pendukung untuk mengedarkan barang haram tersebut,” jelas Dwi Jumalia Otaviani, pengamat lingkungan masyarakat, Senin (11/2/2017).
Terlebih, menurut lulusan sarjana psikologi salah satu universitas ternama di Solo tersebut, di Kotim memiliki akses transportasi yang cukup lengkap dan memadai, baik darat, laut, maupun udara. Sehingga barang haram tersebut mudah dipasok dari berbagai wilayah sekitar daerah Kotim.
Selama ini, upaya pihak kepolisian memang sangat maksimal, namun dengan adanya kerjasama dengan BNN dalam pengungkapan narkoba, hasilnya akan jauh lebih maksimal lagi.
"Kotim juga memiliki faktor ekonomi yang lebih tinggi dan pesat dibandingkan kabupaten lainnya yang ada di Kalteng, tempat hiburan malam, hotel berbintang, hingga lokasi yang tidak terendus dapat menjadi tempat peredaran dan transaksi narkoba di wilayah ini," ujarnya.
Untuk itu, setiap ada informasi peredaran narkoba diminta dilaporkan secara aktif kepada pihak kepolisian atau BNNK, guna upaya penyelidikan dan pengungkapan. Agar generasi penerus Kotim terbebas dari narkoba. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)








