BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini, ancaman buaya muara di Sungai Mentaya, terutama di daerah Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terjadi. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit meminta kepada masyarakat untuk tidak lengah saat beraktivitas di tepian Sungai Mentaya, karena hewan predator tersebut bisa kapan saja menyerang.
"Harus selalu waspada terhadap serangan buaya, jadi kalau beraktivitas di tepi sungai harus lebih berhati-hati, agar tidak jadi korban," kata Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah.
Muriansyah mengatakan, pihaknya tidak ingin kejadian di Desa Basirih Hilir Kecamatan Mentaya Hilir Selatan terulang kembali. Karena beberapa hari lalu warga bernama Rusmini (22) menjadi korban serangan buaya. Beruntung nyawanya terselamatkan, karena berhasil lepas dari terkaman hewan predator tersebut.
Buaya muara di Sungai Mentaya memang kerap menampakkan diri dan mendekati kawasan pemukiman penduduk pada sore, malam dan pagi hari saat air sungai pasang. Setidaknya, ada dua kecamatan di wilayah selatan yang sering terjadi serangan buaya. Yaitu Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Kecamatan Pulau Hanaut.
Dengan adanya hal tersebut maka masyarakatlah yang harus memperhatikan keselamatannya. Salah satunya dengan mengurangi aktivitas di tepi sungai. Karena buaya bisa mengintai kapan saja dan dimana saja.
"Kami terus memberikan imbauan tersebut. Masyarakat diharapkan mematuhinya demi keselamatan hidup mereka." (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








