BORNEONEWS, Sampit - Sepanjang 2017, Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur berhasil menuntaskan 373 kasus pidana umum (pidum). Ratusan kasus itu terdiri dari berbagai macam jenis, namun yang mendominasi masih narkotika.
Saat pers rilis di ruang ekspos Kamis (21/12/2017), Kajari Kotim Wahyudi didampingi seluruh kasi dan jaksa fungsional, menegaskan bahwa jumlah kasus tersebut merupakan data yang sudah diputus oleh pengadilan melalui proses persidangan.
"Di mana yang masih tinggi kasus narkotika, diikuti kasus UU Perkebunan, dan pencurian," kata Wahyudi.
Berikut jenis tindak pidana yang ditangani Kejari Kotim:
Jumlah perkara yang masuk: 420 kasus
Jumlah perkara yang putus: 373 kasus
Terdiri dari kasus:
1. UU Narkotika sabu perkara masuk 94, putus 75
UU Narkotika ekstasi perkara masuk 1, putus 1
2. UU Perkebunan perkara masuk 68, putus 59
3. Pencurian perkara masuk 48, putus 48
4. UU Kesehatan, perkara masuk 40, putus 38
5. Penggelapan, perkara masuk 30, putus 24
6. Illegal Loging, perkara masuk 19, putus 8.
7. UU Darurat, perkara masuk 15, putus 11
8. Lakalantas, perkara masuk 14, putus 11
9. UU Perlindungan Anak, perkara masuk 14, putus 11.
10. Penganiayaan, perkara masuk 13, putus 7.
11. Perjudian perkara masuk 11, putus 8
12. Penadahan, perkara masuk 10, putus 4.
13. Penipuan perkara masuk 8, putus 8
14. Pembunuhan perkara masuk 7, putus 5.
15. Curas perkara masuk 6, putus 5
16. UU Migas perkara masuk 6, putus 6.
17. Pengeroyokan perkara masuk 5, putus 5.
18. KDRT perkara masuk 5, putus 5.
19. Kebakaran Lahan, perkara masuk 5, putus 4
20. Illegal Mining perkara masuk 4, putus 3.
21. Pemerasan perkara masuk 3, putus 2.
22 Penghasutan, perkara masuk 3, putus 3
23. Pemalsuan surat perkara masuk 2, putus 2.
24. UU Penyiaran perkara masuk 1, putus 1.
25. UU ITE, perkara masuk 1, putus 1.
26. UU Pencucian Uang, perkara masuk 1, putus 1.
27. UU Perbankan perkara masuk 1.
"Untuk narkoba ini sejak saya masuk ke Kotim dari 2016 lalu masih mendominasi. Angkatanya masih tinggi," pungkasnya. (NACO/B-3)








