SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Supriadi MT menyebutkan peredaran narkoba tidak lepas dari kurang peka dan solidnya masyarakat untuk memeranginya secara bersama. Imbasnya, peredaran barang haram itu kian merajalela.

Supriadi mengakui, peredaran narkoba menyebabkan munculnya persoalan komplek di Kotim, bahkan sudah masuk tahap sangat memprihatinkan.

"Sekarang persoalan di Kotim sangat kompleks terutama yang menyasar generasi muda. Saya khawatirnya generasi ini akan hilang nantinya. Akibatnya Kotim tidak punya putra daerah yang bisa diandalkan," kata Supriadi, Kamis (18/1/2017).

Supriadi mendukung aksi apapun yang dilakukan terkait dengan pemberantasan narkoba di Kotim. Sekalipun itu terkait dengan rencana aksi damai menuntut penuntasan kasus temuan 3,7 juta pil zenith, yang akan digelar 5 Februari  2018 mendatang

"Kita juga tidak cukup hanya dengan satu aksi. Harus dilakukan dengan beragam. Mulai dari sosialisasi hingga aksi di lapangan secara damai," tegasnya.

Cara ini sebagai upaya melawam peredaran narkoba agar para bandar ini tahu Kotim sudah melawan peredaran barang haram itu. Masyarakat harus sudah sadar akan hal itu dan jangan diam.

Dia juga mengingatkan jika aksi turun ke jalan dilakukan nantinya harus dilakukan secara tertib dan bermartabat. Peserta aksi jangan sampai anarkis dan merusak fasilitas apapun. (NACO/B-11)