BORNEONEWS, Sampit - Dua kali meteran PDAM miliknya dicuri, Ahmad Zaini melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian sektor Baamang, Minggu (27/1/2018).
"Bukan hanya sekali ini saja saya kehilangan meteran PDAM. Seandainya cuman satu kali, buat apa juga saya melapor," ucap pria berumur 32 tahun itu.
Selain itu, lelaki yang akrab disapa Zain ini mengatakan, hilangnya meteran tersebut selalu terjadi diawal tahun yakni di awal tahun 2017 dan terakhir di awal tahun 2018, tepatnya ditanggal 19 Januari lalu.
Posisi meteran tersebut berada di depan rumah korban. Hilangnya benda tersebut diketahui saat fajar mulai terbit.
"Sekitar jam 2 malam masih ada, air saya masih jalan. Saat sudah pagi, seuasai shalat shubuh meteran saya sudah raib," terang Zain.
--page
Kasus ini sudah masuk dalam Laporan Polsek Baamang. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 200 ribu.
Saat korban melaporkan, Kapolsek Baamang AKP Agoes Tri berpesan agar ke depannya meteran PDAM diberi tempat permanen yang terkunci agar tidak mudah dicuri.
"Lain kali bikinkan tempat seperti rumahan nya dalam bentuk permanen agar tidak mudah dicuri," ucap Agoes kepada Korban. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)








