SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Puluhan warga yang diduga sebagai calon pembeli sabu diamankan Polres Kotim. Guna proses lebih lanjut, mereka yang tidak terbukti sebagai bandar atau pengedar, dites urine dan diperiksa tim medis.

Hasilnya, mereka yang positif narkoba sebagian ada yang masuk kategori pecandu berat. Hal itu disampaikan dr Mochammad Choirul Waro, Sp.KJ., dokter spesialis yang memberikan rehabilitasi puluhan warga tersebut.

"Di antara 20 orang yang positif narkoba, ada sedikit yang merupakan pecandu berat. Rata-rata mereka merupakan pemakai situasi, dengan kata lain mengonsumsi narkoba hanya saat berkumpul bersama teman-temannya," kata Choirul Waro, Rabu (14/2/2018).

Dirinya mengatakan, sebagian warga juga ada yang menjadi pengguna narkoba lantaran permasalahan keluarga. Tingkat permasalahan yang kian tinggi, namun tidak menemukan tempat untuk menyalurkannya.

Sehingga, pada akhirnya orang tersebut menyalurkan amarah, kegelisahaan, serta semua yang dirasakannya melalui narkoba.

--page

Keterbatasan infrastruktur untuk memberikan rehabilitasi inap kepada pecandu merupakan sebuah kendala. Sebab itulah dokter spesialis ini berharap agar pemerintah segera membentuk BNNK.

"Dengan adanya BNNK secara otomatis akan ada tempat rehabilitasinya. Jadi si pecandu dapat direhabilitasi inap. Tidak seperti sekarang, pecandu hanya direhab jalan, sebulan sekali diperiksa, tentunya hal ini ada kelemahannya," kata dia.

"Jika si pecandu keluar daerah selama berbulan-bulan, maka, kita tidak dapat memantau apakah dirinya kembali mengonsumsi narkoba ataupun tidak," pungkas Choirul. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)