SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pengawsan pintu masuk barang melalui jalur laut harus dimaksimalkan. Hal itu guna mencegah masuknya barang berbahaya ke daerah ini, seperti narkoba.

"Penting pengawasan itu dimaksimalkan, Karena selain Kotim menjadi pintu gerbang ekonomi Kalteng, juga merupakan kota pelabuhan," kata Wakil Ketua DPRD Kotim, Parimus, Minggu (4/3/2018).

Parimus menambahkan pengawasan masuknya barang melalui jalur laut itu memang harus dimaksimalkan. Berkaca dari tertangkapnya dua truk zenith dengan total 3.7 juta butir, beberapa waktu lalu. 

"Selama ini, pengawasan paling ketat hanya melalui jalur udara, sementara jalur laut itu cenderung lemah. Kami menduga masuknya barang berahaya kebanyakan melalui jalur laut. Maka dari itu tingkat pengawasannya harus dimaksimalkan," tegasnya.

Tidak bisa lagi menurutnya semuanya dipercayakan kepada pihak penyedia jasa angkutan transportasi laut, karena buktinya masih ada saja yang berani membawa narkotika dengan jumlah besar melalui jalur tersebut.

--page

"Saya yakin jika pengawasan jalur laut bisa dimaksimalkan, para pelaku usaha ilegal itu akan berpikir sekian kali membawa sabu atau zenith melalui jalur laut," tukasnya.

Ia mengatakan, keprihatinan akan peredaran narkotika di Kotim itu tidak hanya terjadi di daerah perkotaan. Tetapi juga masuk hingga kepada pelosok desa.

Bahkan ada desa di Kotim ini yang terisolasi tidak ada listrik. Tidak ada jaringan telpon dan akses daratnya masih terbatas, tapi narkoba sudah merajalela.(NACO/B-11)