BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kalangan DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) menyoroti kinerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) dan Kasat Narkoba Polres setempat. Legislator menilai aksi itu tidak begitu kelihatan. Pertanyaan pun muncul, apakah kendala dari segi pendanaan atau hal lainnya.
"Kita tahu negara menyatakan perang terhadap narkoba. Tapi, kita mempertanyakan aksi dari pihak terkait yang tidak begitu terlihat, seperti BNNK Kobar dan Kasat Narkoba Polres Kobar," kata Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Barat, Mulyadin, Rabu (21/3/2018).
Jika memang hal itu dikarenakan persoalan anggaran, Mulyadin menyarankan agar dibicarakan dengan pemerintahan daerah. Sebab, pemberantasan narkoba ini merupakan program nasional.
"Minimal mengurangi dan mencegah masuknya narkoba. Pengguna narkoba hampir merambah seluruh lapisan masyarakat, baik tua maupun muda. Apabila ini dibiarkan akan merusak generasi penerus bangsa," ucapnya.
Mulyadin berharap pihak-pihak terkait terutama BNNK harus memiliki program yang jelas, aksinya terlihat dalam rangka penanggulangan. Selain itu mereka juga menuntut adanya tindakan tegas dari aparat terhadap pengedar narkoba. (HARDI SARJITO/B-11)








