BORNEONEWS, Sampit - RN alias Ban (23) spesialis pencurian telepon seluler (ponsel) di RSUD dr Murjani Sampit mengaku menjual barang hasil curiannya seharga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
"Ponselnya saya jual murah. Mulai dari harga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu," ucap warga Kelurahan Pasir Putih itu kepada Borneonews di Polsek Ketapang, Kamis (22/3/2018).
Menurut Ban, ia menjual barang hasil kejahatannya itu kepada teman-temannya. Ia juga berdalih, nekat melakukan aksi pencurian yang dilakukannya seorang diri lantaran terhimpit keperluan ekonomi.
Setelah barang curian laku, uang hasil penjualan barang itu digunakan tersangka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pria bertubuh kurus bermata besar itu mengaku, uang hasil pekerjaannya sebagai karyawan cuci motor tidak mampu menutupi pengeluarannya sehari-hari.
"Sebagian uang hasil curian saya berikan ke ibu. Sebagiannya lagi untuk saya. Bukan untuk mabuk-mabukan tapi untuk membeli makan dan minum sehari-hari," tuturnya.
--page
Kini tersangka mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)








