BORNEONEWS, Sampit - Warga Desa Bukit Batu, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dihebohkan dengan kemunculan orangutan di kebun warga, dalam beberapa hari terakhir. Warga khawatir orangutan merusak tanaman dan juga khawatir diserang.
Warga pun berharap agar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit segera melakukan evakuasi.
"Kami minta BKSDA atau pihak lainnya yang berwenang segera mengevakuasi. Jangan sampai warga melakukan hal yang tidak diinginkan," kata Tinduh, anggota Kelompok Tani Sepakat Jaya, Kamis (22/3/2018).
Dia mengatakan OU tersebut muncul di kebun karet warga. Laporan warga, satwa dilindungi tersebut dari pagi hingga siang terlihat meloncat-loncat di sekitar perkebunan.
Selain khawatir diserang, warga juga tidak berani melakukan aksi yang bisa mencelakaan orangutan tersebut. Warga menanti langkah evakuasi dari BKSDA.
--page
"Yang kami takutkan adalah warga berbuat nekat, kalau orangutan dibiarkan lama tidak dievakuasi. Apalagi sampai orangutan merusak tanaman warga, bisa saja ada yang marah," kata Tinduh.
Tinduh menambahkan, orangutan itu terlihat sangat besar dan berbulu lebat. Dan dia menyatakan rasa senangnya karena bisa melihat langsung keberadaan orangutan.
Sementara itu pihak BKSDA saat dimintai konfirmasi seputar laporan warga tersebut belum memberikan jawaban. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








