BORNEONEWS, Sampit - Jejak rekam Bah di dunia peredaran Zenith cukup mengerikan. Meski tiga kali keluar masuk penjara, ia seakan tidak pernah kapok.
Bahkan dari data yang dihimpun Borneonews.co.id, keluarga Bah memang terkenal dengan keluarga pengedar zenith. Bahkan disebut-sebut Bah adalah pengendali peredaran yang dilakukan keluarganya.
Beberapa tahun silam Bah ditangkap dalam kasus Zenith, tidak berapa lama ia keluar disusul oleh adik kandungnya AN. Setelah sang adik keluar, gantian Bah lagi yang berurusan dengan hukum atas kasus serupa untuk kedua kalinya.
Tidak sampai di situ, tidak berselang lama petugas kembali membekuk adik Bahr yang juga merupakan kakak kandung AN yakni Ran atas kasus serupa pada 2015. Bahkan Ran sempat dua kali mendekam di penjara terakhir atas kasus sabu pada akhir 2016.
Tidak sampai di situ pada awal 2017, adik ipar Bahr yakni Rusi yang juga merupakan istri Ran menyusul suaminya ke balik jeruji besi atas kasus zenith.
Di mana fakta yang cukup mengejutkan saat di sidang, Rusi mengubah keterangannya di BAP polisi yang awalnya mengaku 19.000 butir zenith miliknya. Ternyata itu milik Bah. Bahkan Bah yang kala itu hanya dijadikan sebagai saksi tidak berani hadir setelah hakim memanggilnya melalui jaksa.
Dari catatan kriminalnya, Rus juga merupakan residivis karena sebelum terjerat kasus Zenith dia ternyata pernah masuk penjara atas kasus narkoba.
Selanjutnya, perjalanan Bah kembali berakhir di jeruji besi untuk ketiga kalinya seteh diamankan Polres Kotim atas kasus serupa.
"Akhirnya tertangkap juga, dia tidak pernah kapok meski sering berurusan dengan hukum," kata salah seorang warga, Minggu (25/3/2018).
Bah memang tergolong pengedar Zenith yang cukup licin. Bahkan adik iparnya Rus masuk penjara akibat pasang badan atas zenith milik Bah. (NACO/B-3)








