SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kasus dua truk zenith di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur masih menyisakan banyak pertanyaan. Bahkan secara tegas Fraksi PAN-Nasdem DPRD Kotim mempertanyakannya kembali perkembangan kasus tersebut.

Juru bicara fraksi PAN-Nasdem, Debby Sartika mengatakan, belakangan ini narkotika, psikotropika dan zat adiktif begitu menghantui masyarakat, terutama kaum pemuda dan remaja. Perang terhadap narkoba yang digencarkan oleh BNN dan pemerintah nampaknya hanya seperti angin lalu.

Lanjut Debby, tiap hari di media cetak dan elektronik bisa disaksikan banyaknya kasus penangkapan terhadap pengguna maupun pengedar  barang haram tersebut. Seperti halnya kasus temuan dua truk zenith beberapa waktu laku. Tentu ini jadi perhatian bersama hingga kasus ini harus dituntaskan oleh aparat yang berwajib.

"Citra Kotim yang agamis ini dirusak oleh segelintir orang yang menjadikan Kotim sebagai tujuan pemasaran narkotika, psikotropika dan zat adiktif," katanya Minggu (1/4/2018)

Untuk itu, lanjut dia semua pihak hendaknya bersinergi dalam rangka membangun kesepahaman semua elemen tanpa terkecuali agar Kotim bebas dari barang haram tersebut.

--page

Korban dari barang tersebut juga sudah banyak berjatuhan, ini masih belum terlambat bagi daerah ini untuk berbuat yang terbaik bagi Kotim. Karena lebih baik terlambat daripada tidak berbuat sama sekali.

"Makanya fraksi kami sangat sepakat dengan adanya raperda inisiatif tentang pencegahan dan penanggulangan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya yang diajukan bebetapa wakti lalu," tutup anggota Komisi III DPRD Kotim ini. (NACO/B-2)