SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Basuki Ismail, korban pencurian sarang walet mengaku sarang walet miliknya yang dicuri oleh Sam dan Su mencapai 90 sarang. Meski terdakwa mengaku sarang yang dicurinya hanya sekitar 20 sarang saja.

"Sekitar 90 sarang yang mereka ambil itu. Ketahuan mereka pelakunya dari rekaman CCTV," kata korban, Selasa (10/4/2018) kepada majelis hakim yang diketuai oleh Puthut Rully dan JPU Kejari Kotim, Didiek Prasetyo Utomo.

Sam, warga Jalan Padat Karya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Su, warga Jalan Kurnia Hasan, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang mengaku melakukan aksinya pada Kamis (18/1/2018) sekitar pukul 00.30 wib.

Lokasi kejadian itu di rumah walet milik Basuki Ismail  di Jalan Jenderal Sudirman Km 3, Kelurahan MB Hulu, Kecamatan MB Ketapang. Mereka sampai ke lokasi menggunakan sepeda motor milik Sam.

Mereka masuk dengan cara Sam merusak gembok pintu dengan kapak. Setelah berhasil ia masuk ke dalam sementara Su berjaga-jaga di luar mengawasi situasi.

--page

Namun sialnya saat tengah memanen sarang walet wajah Sam terlihat jelas terekam CCTV yang dipasang di dalam bangunan tersebut hingga keduanya berhasil diamankan oleh anggota Polsek Ketapang. 

"Saya waktu itu dengar suara berisik namun saya tidak berani mengeceknya, setelah sepi di luar ada kapak lalu saya lapor kepada Pak Basuki," kata Soruso penjaga bangunan itu.

Saat dicek menurut korban gembok pintu rusak. Hingga akhirnya ketahuan telah terjadi pencurian di bangunan walet tersebut. (NACO/B-5)