BORNEONEWS, Kasongan - Sebanyak empat unit panel pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang ada di Desa Tumbang Kanei Kecamatam Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan digondol maling. Raibnya empat unit panel PLTS ini mengakibatkan lebih dari 86 rumah penduduk desa itu gelap gulita sejak tiga bulan lalu.
"Hari ini saya akan melaporkan secara resmi kepada Pjs Bupati Katingan terkait kerusakan PLTS itu yang salah satu penyebabnya karena beberapa perangkat panel PLTS hilang," ujar Kepala Desa Tumbang Kanei, Rujianto kepada borneonews.co.id saat dirinya menghadiri acara di Aula Bappelitbang Kasongan, Selasa (8/5/2018).
Menurut Rujianto, sebelumnya PLTS di desanya menyala 24 jam dan menerangi sebanyak lebih dari 86 rumah penduduk ditambah lampu penerangan jalan umum.
Akan tetapi pada akhir 2017, PLTS yang berasal dari bantuan APBN ini byarpet, sehingga saat itu hanya menyala malam hari. Sejak tiga bulan terakhir PLTS berhenti menyala karena ada kerusakan alat, seperti aki.
"Ditambah lagi denga hilangnya empat unit panel PLTS itu. Sampai sekarang kami tidak tahu siapa pelakunya," katanya.
--page
Sebelumnya, Rujianto dan warga desa sudah melaporkan kepada pihak Polsek Sanaman Mantikei terkait hilangnya empat unit panel PLTS tersebut. Rusaknya PLTS di Desa Tumbang Kanei ini juga sudah sampai ke telinga pihak Dinas Pertambangan Provinsi Kalteng.
"Kemarin ada petugas Dinas Pertambangan Provinsi Kalteng yang diwakili Pak Oskar dan teman-teman untuk kroscek kerusakan PLTS itu, katanya sih mau dibenahi," tutur Kades Tumbang Kanei Rujianto.
Akibat PLTS tidak bisa difungsikan, wargaTumbang Kanei sejak tiga bulan menggunakan lampu teplok untuk penerangan malam hari. "Kasihan kepada anak-anak kami yang sekolah, sebab kalau belajar menggunakan lampu teplok yang tidak terang. Harapan kami warga Tumbang Kanei pemerintah bisa membantu memperbaiki PLTS, atau ke depannya desa kami bisa teraliri listrik PLN," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-2)








