BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Pemkab Bartim) targetkan zero rabies.
Sebanyak 7.000 dosis vaksin disediakan untuk mengejar target zero Rabies di Kabupaten Bartim tahun ini. Penyuntikan hewan peliharaan milik warga tersebut rencanananya dimulai usai masa panen atau pada Juli 2018 nanti.
Kepala Distan Bartim, Riza Rahmadi mengungkapkan, penyuntikan massal pada hewan peliharaan berupa anjing mulai dipersiapkan dan diharapkan melebihi target. Sebab, menurut dia, pada tahun 2017 lalu, penyuntikan vaksin oleh petugas hampir mencakup seluruh kecamatan yang ada.
“Daerah menyediakan 7.000 dosis dan biasanya ada bantuan untuk tahap dua penyuntikan vaksin dari provinsi. Semua diupayakan agar Bartim zero Rabies tahun ini,” sebut Riza di Tamiang Layang, Jumat (18/5/2018).
Pada tahun 2017 lalu, lanjut Riza, dari target 7.000 ekor hewan anjing terlampui mencapai 7.022 ekor. Ditambah, tahap kedua stok vaksin bantuan provinsi sebanyak 4.000 dosis sehingga total menjadi 11.022 ekor hewan mendapat vaksin secara berkelanjutan.
--page
Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan populasi hewan peliharaan yang semakin bertambah setiap tahun dikhawatirkan stok vaksin tidak mencukupi. Sebab itu, jelas dia, daerah kembali mengharapkan bantuan stok vaksin dari provinsi agar penyelenggaraan vaksin yang dilakukan berjalan sebanyak dua kali.
Karena sudah dipastikan pada saat penyuntikan massal ada hewan peliharaan warga yang terlewat. Belum dengan penambahan hewan peliharaan yang biasanya tidak terpantau keseluruhan. "Karena untuk mengantisipasi bibit rabies menyebar terhadap keturunan juga diperlukan pemberian vaksin,” ucapnya.
Distan optimistis tahun ini mampu menekan kasus gigitan anjing yang positif rabies. Hal itu berdasarkan pengalaman serta adanya penurunan tren selama dua tahun terakhir.
Pada tahun 2015 dengan tiga kasus gigitan serta dua tahun terakhir yakni 2016 – 2017 dengan satu kasus gigitan positif rabies. (PRASOJO EKO/B-2)








