SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Semester I atau sejak Januari hingga pertengahan Mei 2018 ini kasus narkoba di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) banyak terungkap. Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan periode sebelumnya angka ini turun.

"Dilihat dari data kasus saja, kasus narkoba di Kotim di tahun sebelumnya memang tinggi, namun kini sudah mulai menurun," kata Kasatreskoba Polres Kotim AKP Ronny Marthius Nababan mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Selasa (22/5/2018).

Dari data yang ada di Satreskoba Polres Kotim, saat ini sudah 17 kasus narkoba yang terungkap selama semester pertama pada tahun 2018. Yakni 9 kasus narkotika jenis sabu, 5 kasus Carnophen alias zenith, dan 3 kasus minuman keras (miras).

Hal itu jauh menurun dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2015 ada sekitar 79 kasus. Peningkatan kasus yang cukup signifikan terjadi di tahun 2016, yakni ada 105 kasus. Begitu pula di tahun 2017, kurang lebih ada 121 kasus.

"Ini menunjukkan bahwa tahun ini jumlah penyalahgunaan narkotika mengalami penurunan. Meskipun demikian, kasus peredaran narkoba hingga kini akan terus kami berantas. Dengan harapan tidak ada lagi peredarannya," tukas Ronny. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)