BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tiga pencuri ribuan besi di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, yang bari dibangun, berhasil dibekuk polisi.
Mereka adalah SM (42 tahun) warga Jalan H.M Rafii Komplek Bambu Kuning, Kelurahan Madurejo, kemudian MS alias U (38 tahun) warga Jalan Pangeran Antasari RT 15, Kelurahan Baru dan Rah alias Gep (29 tahun) warga Jalan Abdul Ancis, RT 10, Kelurahan Sidorejo.
Mereka mencuri besi teralis pembatas lapak jualan. Tidak tanggung tanggung, jumlah hasil jarahan mereka bertiga tergolong fantastis.
Mereka mencuri 2.000 besi teralis, 2.500 meter besi grill penutup saluran pembangunan air serta 750 buah pipa pemadam kebakaran yang berada di dalam bangunan Pasar Indrasari yang baru dibangun. Total kerugian akibat aksi yang mereka lakukan sekitar Rp900 juta.
Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Tri Wibowo, Selasa (26/6/2018) menjelaskan krnologis peristiwa dan penangkapan mereka.
--page
"Ketiganya berhasil ditangkap di rumah masing-masing Senin (25/6/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. Awal penyelidikan dan penangkapan bermula saat petugas dari Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperibdagkop dan UKM) bersama pemborong melakukan pengecekan pembangunan pasar yang baru pada hari yang sama sekitar pukul 11.00 WIB," jelas Kasat.
Saat itulah mereka merasa kehilangan barang barang berupa besi teralis pembatas jualan dan sebagainya. "Tidak menunggu waktu lama, petugas Disperindagkop dan UKM bersama pemborong langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Kobar," jelas Kasat.
Pascalaporan tersebut diterima, Sat Reskrim Polres Kobar langsung mengerahkan Tim Buru Sergap (Buser) untuk melakukan penyelidikan kasus ini.
"Setelah melakukan penyelidikan, Tim Buser mendapatkan informasi keberadaan pelaku pencurian dan segera melakukan penangkapan pada ketiganya di rumah masing-masing," jelas Kasat.
Namun, saat proses penangkapan tersebut, sekitar pukul 17.00 WIB pada hari yang sama, ketiganya melakukan upaya perlawanan dan berusaha melarikan diri. Tidak mau kehilangan buruannya, terpaksa Tim Buser menghadiahi mereka dengan timah panas untuk melumpuhkan dan memcegah upaya pelarian.
--page
"Saat ini ketiganya masih diperiksa secara intensif mengenai bagaimana dan cara mereka memgambil besi-besi dengan kuantitas yang besar tersebut," jelas Kasat. (WAHYU KRIDA/B-2)








