BORNEONEWS, Sampit- Kasatreskoba Polres Kotim AKP Ronny Marthius Nababan mengungkapkan bahwa sasaran empuk peredaran narkoba adalah remaja. Selain menjadi sasaran, remaja juga ada yang menjadi pengedar.
"Kesadaran remaja terhadap bahaya narkoba sangatlah minim. Banyak laporan yang masuk dari berbagai pihak dan juga berdasarkan hasil di lapangan ketika melakukan patroli dan investigasi," ungkap AKP Ronny mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Senin (2/7/2018).
Sejauh ini, Kabupaten Kotim masih yang paling tinggi angka pengungkapan kasus narkoba bila dibandingkan daerah lain di Kalteng. Ada 46 kasus narkoba selama enam bulan terakhir (Januari-Juni), kebanyakan pemakai dan berstatus remaja. Namun dua kasus di antaranya remaja yang jadi pengedar narkoba.
AKP Ronny yang juga Ketua Tim Cobra mengimbau masyarakat agar berperan dalam menekan peredaran narkoba di Kabupaten Kotim. Khususnya para orang tua. Salah satu caranya dengan selalu memperhatikan pergaulan anak.
"Remaja memang sasaran empuk peredaran benda terlarang ini. Jadi orang tua harus benar-benar membentengi anak," imbau Kasatreskoba. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-3)








