BORNEONEWS, Sampit - Tribun penonton yang berbahan paoan kayu ulin di lapangan sepak bola SMPN 3 Sampit kini tidak lagi dalam kondisi seperti semula. Pasalnya papan ulin tersebut banyak yang hilang lantaran dicuri maling.
Kapolsek Baamang AKP Agoes Tri mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel membenarkan adanya kasus tersebut. Sesaat setelah mendapatkan laporan adanya papan ulin hilang, Agoes langsung menuju tribun yang berada di Jalan Christopel Mihing, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu, Selasa (10/7/2018).
"Pencurian papan ulin di sini tidak hanya kali ini saja. Sebelum saya menjadi Kapolsek pun sudah sering hilang," ucap Agoes.
Ia melanjutkan, meski peristiwa ini kerap terjadi dan pihak pemerintahan desa/kelurahan serta kecamatan tahu, namun mereka tidak melakukan upaya pencegahan terjadinya pencurian kembali. Penjagaan dan pengamanan dikatakan bukan hanya tugas kepolisian atau aparat penegak hukum. Pemerintah mauapun semua unsur masyarakat juga berkewajiban menjaga kondusifitas kamtibmas.
"Bertahun-tahun sudah terjadi kasus serupa di tribun ini. Ini karena tidak adanya penerangan di lapangan bola dan pengawasan dari warga setempat juga kurang," terangnya.
Dalam kesempatan ini, Kapolsek mengimbau kepada warga kembali mengaktifkan sistem keamanan keliling (keliling) ditiap RT/RW guna melakukan pencegahan serupa maupun tindak kriminal lainnya.
"Aktifkan siskamling tiap malam. Ditempat-tempat yang gelap seperti ditribun ini harus diberi penerangan. Jika melihat adanya sesuatu yang mencurigakan, laporkan ke kepolisian terdekat," imbaunya. (ACHMAD SYIHABUDDIN)
Ket Foto : Kapolsek Baamang AKP Agoes Tri (Tengah) didampingi jajaran meninjau lokasi pencurian papan ulin di tribun sepak bola SMPN 3 Sampit








