BORNEONEWS, Sampit - Musim kemarau di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diprediksi mulai terjadi pada Agustus 2018 mendatang. Ini berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit.
"Dari informasi BMKG, musim kemaeau akan terjadi pada Agustus 2018 mendatang, namun sejak pekan ketiga Juli 2018 ini, intensitas hujan sudah mulai berkurang," ujar Kepala Pelaksana Tugas BPBD Kotim M Yusup, Rabu (11/7/2018).
Dengan prediksi tersebut, pihaknyapun sudah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi musim kemarau tersebut. Karena sangat rawan terjadi musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Sehingga dengan adanya hal tersebut, maka diharapkan seluruh masyarakat di daerah ini harus waspada akan terjadinya Karhutla. Kalau melihat adanya kebakaran, maka segera dopadamkan, dan laporkan kepada pihaknya. Sehingga dapat segera ditangani.
"Kewaspadaan harus ditingkatkan oleh masyarakat, dan tentunya menjaga lahannya agar tidak terbakar," kata Yusup.
--page
Dirinya juga meminta kepada masyarakat terutama yang memiliki lahan agar tidak membukanya dengan cara dibakar. Karena dampaknya sangatlah besar. Belum lagi api dengan cepat membesar hingga menjalar kesejumlah lahan milik orang lain yang ada disekitarnya.
"Jangan sampai membuka lahan dengan cara dibakar, karena masih banyak cara lainnya yang lebih aman dan tidak berdampak negatif bagi orang banyak," harap Yusup. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








