SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sedikitnya ada lima desa di wilayah selatan yakni di Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah mulai dilanda kekeringan pada musim kemarau 2018 ini. 

"Saat ini sedikitnya ada lima desa yang alami kesulitan air bersih, terutama untuk cuci dan mandi," ujar Camat Teluk Sampit Samsurijal, Jumat (20/7/2018). 

Lima desa yang sudah mengalami kekeringan tersebut yakni Desa Parebok, Basawang, Regei Lestari, Kuin Permai, dan Lempuyang. Kelima desa tersebut saat ini cukup sulit mencari air bersih.

Apalagi sungai yang ada di masing-masing desa sudah mulai terasa payau. Bahkan sumurpun sudah alami kekeringan. 

"Mudah-mudahan dalam beberapa hari kedepan, sudah terjadi hujan. Sehingga masyarakat kembali mendapatkan air bersih," kata Samsurijal. 

--page

Saat ini masyarakat di desa tersebut hanya mengandalkan stok air bersih dari huja yang mereka simpan di dalam gentong atau profil tank. Namun hal itu tidak bisa bertahan lama. Apalagi jika dua pekan kedepan tidak terjadi hujan, maka kemungkinan besar stok air bersih masyarakat akan habis. 

Hal yang sama juga dialami masyarakat di Kecamatan Pulau Hanaut, dimana saat ini air di Sungai Mentaya yang sering digunakan untuk mandi dan cuci sudah berubah rasa.

Bahkan warna dari airpun terlihat sangat keruh, sehingga sudah tidak layak digunakan. 

"Sudah beberapa hari terkahir warga kesulitan air bersih, air Sungai Mentaya juga keruh karena gelombang cukup besar," terang Camat Pulau Hanaut Eddy Mashami. 

Selain itu, di lahan di daerah tersebut juga mengalami kekeringan akibat tidak adanya hujan dalam sepekan terkahir. Sehingga sangat rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)