BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memprediksi musim kemarau untuk tahun 2018 ini terjadi hingga Oktober 2018.
Prakirawan BMKG Iskandar Pangkalan Bun Adityo Mega Anggoro, menjelaskan, berdasarkan informasi dari produk Fire Danger Rating Sistem (FDRS) milik BMKG, serta melihat hasil dari analisa parameter cuaca, di wilayah Kobar dan sekitarnya termasuk dalam kategori wilayah sangat mudah terbakar.
"Untuk Kabupaten Kobar dan sekitarnya termasuk dalam kategori zona merah, sangat mudah terbakar. Karena itulah perlu diwaspadai adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Lantaran saat ini sudah muncul beberapa titik hotspot di wilayah Kobar," ujarnya, Senin (23/7/2018).
Adityo menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG, Kabupaten Kobar memasuki musim kemarau pada Dasarian III Juli.
"Sampai kapan musim kemarau tersebut terjadi belum ada informasinya. Tetapi berdasarkan data klimatologi, prakiraan musim kemarau sampai Oktober 2018 dan pada November 2018 sudah memasuki musim penghujan," jelasnya.
--page
Kemudian, lanjutnya, terkait masalah tingkat kekeringan, bisa dikaitkan dengan berkurangnya Curah Hujan (CH).
"Ketika masuk musim kemarau CH berkurang dan suhu cenderung lebih panas. Ditambah lagi dengan rata-rata kecepatan angin yang cenderung meningkat, mengakibatkan berkurangnya tutupan awan."
Akibatnya daratan cenderung menjadi panas. Hal tersebut juga memengaruhi penguapan kadar uap air pada vegetasi. Jika dalam kondisi seperti ini bukan tidak mungkin vegetasi menjadi rawan terbakar di malam hari. (WAHYU KRIDA/B-2)








