Kegiatan itu diharap mampu meningkatkan rasa kebersamaan dan gotong royong, serta mampu menjaga kelestarian budaya lokal yang sudah ada sejak dulu di masyarakat Kotawaringin Timur dalam melakukan eksploitasi terhadap sumber daya perairan.
Upacara yang sarat dengan nilai budaya ini ditujukan untuk menyucikan lokasi yang pernah menjadi tempat kecelakaan lalu lintas, yang dianggap memiliki energi negatif bagi masyarakat Dayak yang menganut agama Hindu Kaharingan.
Pelepasan Hinting Pali dimaknai sebagai pencabutan pantangan adat agar kawasan tersebut kembali berada dalam kondisi aman, harmonis, dan tidak lagi membawa dampak negatif.?
Pemilik sekaligus pengajar Sanggar Seni Penyangsangkalemu Sampit, Dody Eka? menegaskan bahwa tarian ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan simbol kehidupan yang terus mengajarkan keharmonisan antarmanusia dan lingkungan.
Deretan pondok kayu yang dibangun di atas permukaan air, jembatan yang dihiasi dengan ornamen khas daerah, serta panorama alam rawa gambut yang luas menjadi daya tarik tersendiri yang tidak boleh dilewatkan.
Berdasarkan data itu jumlah wisatawan ke Kotim dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi, namun secara umum tren menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada 2014 tercatat 60.456 orang, meningkat secara bertahap hingga 126.615 orang pada tahun 2017.
Napak tilas dilaksanakan pada Senin 12 Januari 2026, sejak sore hingga malam hari. Ratusan peserta berjalan kaki menempuh jarak sekitar 15 kilometer dari Istana Kuning Pangkalan Bun menuju Lapangan Senggora, Kecamatan Kumai, mengikuti rute simbolik perjuangan para pahlawan daerah.
Para peserta tampil mengenakan kostum bertema perjuangan dan membawa beragam atribut menarik. Iring-iringan karnaval melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kumai dan menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan dari sepanjang jalur yang dilalui.
Data kunjungan wisatawan tersebut dihimpun dari empat destinasi unggulan yang selama ini menjadi tujuan utama wisata di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, yakni Hutan Kota Nyaru Menteng, Wisata Alam Sei Batu, Air Hitam Kereng Bangkirai, serta Sei Koran.
Ribuan jemaah tampak memadati area makam sejak pagi hari. Mereka datang tidak hanya dari Pangkalan Bun dan wilayah sekitar, tetapi juga dari sejumlah daerah di provinsi tetangga, seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.
Lawang Sakepeng kerap ditampilkan dalam berbagai prosesi adat, mulai dari upacara pernikahan hingga penyambutan tamu kehormatan. Kesenian ini berfungsi sebagai ritual pembuka sebelum seseorang memasuki suatu wilayah atau acara adat.
Sampit Expo 2026 digelar di Stadion 29 November Sampit sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kotim. Event tahunan ini kembali menjadi magnet hiburan sekaligus ruang promosi bagi berbagai sektor.
Lawang Sakepeng memiliki akar sejarah yang kuat. Gerakannya terinspirasi dari tiruan gerak hewan beruk yang kemudian dikembangkan menjadi seni silat khas Dayak Kalimantan Tengah.
Manyipet menjadi salah satu cabang lomba yang dilaksanakan pada Festival Budaya Habaring Hurung Kotim. Kegiatan tersebut digelar di halaman voli indoor Stadion 29 Nopember Sampit.
Sampit Expo tahun ini dirangkai dengan Festival Budaya Habaring Hurung dan Gelora Kriya Dekranasda sebagai upaya memperkuat promosi potensi daerah, sekaligus pelestarian budaya lokal.
"Ada ciri khas yang spesifik yang membedakan antara mandau Kalimantan baik dari bilah, gagang atau sarungnya ada ciri masing-masing. Setiap Mandau dari Kalimantan pasti ada nilai filosofis tersendiri empu-empu yang membuat memberi makna tersendiri dari hasil karya mereka,"
Lomba bagasing dimainkan secara beregu. Setiap tim terdiri dari tiga orang dan hanya diberikan lima kali kesempatan bermain. Adapun jumlah peserta pada lomba bagasing kali ini tercatat sebanyak 12 tim putra dan 6 tim putri.
Camat Telaga Antang Joko Ariyadi Setiawan menuturkan, tradisi bagasing masih dijaga oleh masyarakat setempat karena mayoritas desa di wilayahnya merupakan desa pribumi Dayak. Meski tidak dimainkan setiap waktu, bagasing biasanya hadir pada musim tertentu, khususnya menjelang panen padi.