Sebanyak 50 pengurus dan pengawas KDKMP Barito Utara mengikuti pelatihan tata kelola administrasi untuk memperkuat pelaporan, RAT dan pengelolaan koperasi yang akuntabel.
RSUD Muara Teweh memberikan layanan kesehatan bergerak kepada korban kebakaran di Desa Liang Buah, termasuk pemeriksaan khusus bagi warga yang mengalami luka bakar.
Bupati Barito Utara H Shalahuddin meminta penyelesaian batas Desa Mea dan Tongka dilakukan objektif, transparan dan berbasis data agar tidak menimbulkan konflik.
Disdik Barito Utara menjadikan hasil Survei Kepuasan Masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk mempertahankan layanan yang baik dan membenahi kekurangan.
Perubahan APBD Barito Utara 2026 difokuskan pada infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan pemerataan pembangunan hingga kecamatan dan desa.
Pemkab Barito Utara menjelaskan kenaikan belanja Perubahan APBD 2026 untuk kebutuhan operasional, kegiatan tahun jamak, kewajiban kontrak dan mandatory spending.
Api kebakaran hutan di wilayah observasi Yayasan Chanee Kalaweit Barito Utara sempat melewati sekat bakar. Tim gabungan kembali melakukan pemadaman lanjutan.
Pemkab Barito Utara menyiapkan pembenahan Arena Tiara Batara, percepatan jembatan, air bersih, rumah sakit dan program pendidikan untuk memperkuat layanan publik.
Kegiatan itu penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, baik terkait produksi, pengolahan maupun kegiatan ekspor. Data yang diperoleh nantinya menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam melihat perkembangan sektor industri dan perdagangan.
Pemkab Barito Utara meningkatkan sarana pendidikan di Batu Raya I dengan anggaran sekitar Rp3,5 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi empat sekolah.
DKPP Barito Utara menggelar Gepamor di Montallat II dengan menyediakan beras, gula dan minyak goreng murah untuk mendekatkan akses pangan kepada masyarakat.
Perajin rotan Barito Utara didorong berinovasi memadukan rotan dan kulit agar menghasilkan produk modern bernilai jual tinggi dan meningkatkan pendapatan UMK.
Hal tersebut disampaikan Hj Maya Savitri saat menghadiri sekaligus membuka dan memberikan sambutan pada acara Pelatihan Lanjutan Modifikasi Kulit dan Anyaman Rotan bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UKM) Kabupaten Barito Utara Tahun 2026, Rabu 9 September 2026 di Wisma Barakati Tepian Kolam, Jalan Rekreasi Remaja Muara Teweh.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 50 peserta yang berasal dari 16 desa. Sosialisasi dilaksanakan sebagai upaya menyebarluaskan informasi sekaligus memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat, aparatur pemerintah serta pemangku kepentingan mengenai kebijakan dan regulasi terbaru di bidang ketransmigrasian, khususnya terkait transmigrasi lokal.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara, M Mastur, mengatakan peninjauan dilakukan secara langsung untuk melihat sejauh mana progres pembangunan sekaligus memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan.
Pelatihan dibuka pada Rabu 9 September 2026 oleh ketua Dekranasda Barito Utara Hj Maya Savitri Shalahuddin dan berlangsung selama dua hari hingga Kamis 10 September 2026 di Wisma Barakati Tepian Kolam, Jalan Rekreasi Remaja Muara Teweh.
BORNEONEWS, Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mendorong pengembangan potensi daerah, khususnya sektor industri kelapa sawit, sebagai salah satu langkah strategis untuk…