Sebanyak 800 kilogram garam NaCl digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca untuk menyemai awan di wilayah Kotawaringin Barat dan Seruyan guna membantu penanganan Karhutla.
Prestasi tersebut diraih Rasya dalam rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 setelah mengikuti kompetisi yang berlangsung mulai 1 hingga 18 September 2026.
Setelah melalui tahapan penilaian dan seleksi, pengumuman pemenang tingkat Polda dilaksanakan pada 22 September 2026, sebelum pengumuman tingkat Pusat pada 25 September 2026.
Kebakaran lahan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, mengganggu aktivitas masyarakat, sekaligus meningkatkan risiko bagi petugas yang melakukan pemadaman
Sebagian ODGJ yang ditemukan diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa dan sebelumnya telah menjalani pengobatan. Namun, kondisi tersebut kembali muncul karena yang bersangkutan mengalami putus obat.
Dinkes Kobar mengingatkan warga mewaspadai kualitas air saat kekeringan. Kasus diare akut tercatat turun dari 183 kasus pada M-30 menjadi 58 kasus pada M-36.
Kabut asap karhutla kembali menebal di Kotawaringin Barat. Sekolah diperbolehkan menerapkan PJJ jika kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Kasus ISPA di Kotawaringin Barat mencapai sekitar 14.086 hingga minggu epidemiologi ke-36, dengan peningkatan terjadi di tengah karhutla dan penurunan kualitas udara.
Petugas karhutla Kobar kembali menerima bantuan logistik, vitamin dan masker. OJK Kalteng juga menyiapkan koordinasi dengan lembaga jasa keuangan untuk memperluas dukungan.
Kabut asap memburuk di Kotawaringin Barat. Disdikbud Kobar memberi diskresi kepada sekolah untuk menerapkan pembelajaran adaptif hingga PJJ sesuai kondisi kualitas udara.