Langkah berani ini diambil menyusul masuknya Palangka Raya sebagai salah satu dari tiga kota di Indonesia yang diusulkan untuk mengikuti program kota antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Keberadaan kabel yang semrawut dan bergelantungan rendah sangat mengganggu pemandangan kota. Terlebih, Palangka Raya tengah gencar melakukan pembenahan infrastruktur dan mempercantik wajah kota agar terlihat lebih bersih, modern, dan tertata dengan baik.
Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak di Palangka Raya, Selasa mengatakan peningkatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan itu sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menghadirkan akses pembiayaan yang lebih luas, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta program strategis pemerintah daerah.
Pengesahan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat pembangunan daerah, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Pihaknya saat ini kembali melakukan survei lapangan untuk memetakan titik-titik yang dianggap rawan kecelakaan. Proses identifikasi dilakukan berdasarkan laporan warga yang masuk melalui berbagai saluran komunikasi pemerintah.
Dukungan ini bukan sekadar untuk memfasilitasi hiburan bagi masyarakat pecinta sepak bola, melainkan sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk menggerakkan roda perekonomian lokal secara masif.
Pembangunan dan perbaikan jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga konektivitas antarpermukiman. Infrastruktur jalan yang baik dinilai mampu mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Pergantian pejabat ini merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan penyegaran personel guna memelihara serta meningkatkan kinerja, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Salah satu langkah besar yang kini tengah dipersiapkan adalah mengkaji regulasi dan sistem penanaman kabel di bawah tanah (underground ducting), langkah ini dinilai sebagai solusi jangka panjang yang sangat efektif.
Penyelesaian ruas yang tersisa tersebut menjadi bagian dari program penanganan infrastruktur yang telah disiapkan Pemerintah Kota Palangka Raya pada tahun ini. Selain Jalan Lele, pemerintah juga memprioritaskan perbaikan dan peningkatan sejumlah ruas jalan lain yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Dalam kunjungan tersebut, Fairid melihat secara langsung kondisi jalan yang dikeluhkan warga. Ia juga berdialog dengan masyarakat sekitar untuk mendengarkan berbagai masukan mengenai kondisi infrastruktur di kawasan tersebut dan langkah penanganan yang diperlukan.
Fokus utama penataan ulang kali ini menyasar kawasan Jalan G. Obos, di mana banyak ditemukan kabel komunikasi yang dibiarkan bergelantungan rendah serta tiang penyangga yang tidak teratur.
Langkah ini diawali melalui pertemuan audiensi guna membahas nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait penyediaan jasa jaminan suretyship untuk mendukung berbagai program daerah.
Fairid menegaskan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan nobar ini adalah untuk memberikan hiburan yang berkualitas dan dapat diakses secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat.