Kondisi kabut asap yang pekat membuat jarak pandang belum memenuhi standar keselamatan penerbangan, sehingga pesawat water bombing yang telah disiagakan belum dapat beroperasi secara optimal.
Di tengah kondisi itu, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, mengerahkan bantuan air bersih bagi warga. Penyaluran dilakukan di sejumlah kecamatan di daerah ini.
Harapan tersebut disampaikan Edy saat membuka secara resmi Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Peringatan HUT ke-58 KADIN di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai I Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Kesiapan tersebut diperlukan agar setiap titik api dapat segera ditangani sehingga penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman setelah kebakaran terjadi.
Langkah tersebut menjadi fokus Forum Group Discussion (FGD) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng.
Edy menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Peringatan HUT ke-58 KADIN di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai I Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Edy mengatakan Pemerintah Daerah tidak dapat bekerja sendiri sehingga membutuhkan dukungan seluruh elemen dunia usaha, termasuk Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengenal produk investasi yang tersedia di pasar modal. Mereka juga perlu memahami bagaimana mekanisme investasi bekerja, termasuk manfaat dan risiko yang melekat pada setiap instrumen.
Upaya tersebut mencakup peningkatan patroli, pembasahan lahan, hingga penguatan koordinasi lintas sektor, sejalan dengan arahan Gubernur Kalteng dan hasil rapat bersama Forkopimda.
Penyelarasan perencanaan dan penganggaran diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program dan kegiatan sektor tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan