Melalui kerja sama tersebut, masyarakat memperoleh sumber pendapatan baru yang berkelanjutan. Rata-rata pendapatan setiap kelompok meningkat dari sekitar Rp400 ribu menjadi Rp18 juta per tahun sejak bermitra dengan SSMS.
Pengamat Ekonomi Perkebunan sekaligus Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, mengatakan kelapa sawit merupakan komoditas yang menarik untuk dibahas karena memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari.
Perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Angga Sanggraha, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kepada pekebun agar memahami implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG secara menyeluruh.
Perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Angga Sanggraha, mengatakan para pekebun yang telah mengantongi sertifikat RSPO secara konsisten menyisihkan insentif sertifikasi untuk mendukung rehabilitasi orangutan di Pulau Salat.
Perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Angga Sanggraha, mengatakan kemitraan tersebut menjadi bukti bahwa praktik perkebunan berkelanjutan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian keanekaragaman hayati.
Pengamat Ekonomi Perkebunan Rawing Rambang menilai kelapa sawit tetap menjadi komoditas andalan Indonesia karena berperan besar bagi ekonomi, sosial, pangan, dan energi.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis.
Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP mengatakan keikutsertaan BPDP dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen lembaga untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan saat pertemuan antara manajemen perusahaan dan perwakilan keluarga yang berlangsung pada Sabtu malam, 27 Juni 2026. Pertemuan yang digelar dalam suasana kekeluargaan itu menghasilkan kesepahaman antara kedua belah pihak terkait penanganan insiden.
Perwakilan manajemen PT Sepalar Yasa Kartika, Jono Maryanto menjelaskan peristiwa itu bermula ketika perusahaan menjadwalkan dua aktivitas operasional rutin, yakni pemupukan di Blok N45 dan penyemprotan gawangan chemist di Blok M45.
"Produk turunan sawit memiliki prospek yang sangat baik. Tidak hanya CPO, tetapi juga berbagai produk hasil olahan lainnya yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan permintaannya terus berkembang di pasar global,"
"Perusahaan anggota GAPKI kami minta konsisten menjalankan ketentuan yang berlaku dalam pembelian TBS. Kepatuhan ini penting agar hubungan antara perusahaan dan pekebun tetap harmonis serta menciptakan iklim usaha yang sehat,"
POPSI mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru menerapkan mandatori B50 tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap harga TBS dan kesejahteraan petani sawit.
Produk lidi sawit yang diberangkatkan tersebut berasal dari perkebunan di Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Seluruhnya merupakan hasil pengumpulan petani sawit, pelaku UMKM, serta koperasi anggota ASPEKPIR yang sebelumnya telah mendapat pendampingan melalui program pemberdayaan bersama BPDP. Ekspor ini turut melibatkan PT Arra Setya Abadi sebagai mitra eksportir yang menghubungkan produk lokal ke pasar global, khususnya Tiongkok.