Produk lidi sawit yang diberangkatkan tersebut berasal dari perkebunan di Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Seluruhnya merupakan hasil pengumpulan petani sawit, pelaku UMKM, serta koperasi anggota ASPEKPIR yang sebelumnya telah mendapat pendampingan melalui program pemberdayaan bersama BPDP. Ekspor ini turut melibatkan PT Arra Setya Abadi sebagai mitra eksportir yang menghubungkan produk lokal ke pasar global, khususnya Tiongkok.
Salah satu materi utama yang diberikan adalah pengolahan lidi sawit menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual dan peluang pasar ekspor. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai rantai pasok ekspor lidi sawit, peluang pasar internasional, hingga strategi membangun usaha berbasis ekonomi sirkular.
Industri kelapa sawit memiliki peluang usaha yang luas dan dapat dimanfaatkan oleh pelaku UKMK di berbagai daerah, termasuk wilayah yang tidak memiliki perkebunan sawit.
Kepastian tersebut disampaikan Direktur Utama PT SSMS Tbk, Jap Hartono, melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia atau BEI.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamandau, Loren Oktoberi Tahan, secara tidak langsung menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung proses seleksi dengan menyediakan fasilitas seperti tutor dan tempat pelatihan.
Direktur PT Citra Borneo Utama Tbk, Ronny H Raharjo, mengatakan pengembangan produk hilir menjadi salah satu fokus perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus memperkuat pasar domestik.
Direktur PT Citra Borneo Utama Tbk, Ronny H Raharjo, mengatakan tingginya volume penjualan menunjukkan kuatnya permintaan pasar terhadap produk hilir sawit yang dihasilkan perusahaan.