BORNEONEWS, Puruk Cahu - Selama musim kemarau 2019, terdapat 15 titik panas di Kabupaten Murung Raya (Mura). Titik panas itu tersebar di 10 kecamatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Mura Markudius Dani mengatakan, dari 15 hotspot yang terpantau, ada 8,6 hektare lahan yang terbakar.
"Kita hitung sejak Januari hingga Agustus 2019 ini sudah ada 8,6 hektare lahan yang terbakar. Sehingga menimbulkan 15 hotspot," ujarnya, Rabu, 14 Agustus 2019.
BPBD Mura terus lakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mendirikan posko di beberapa kecamatan.
Hanya, kata Markudius, lokasi karhutla sering kali jauh dari jangkauan tim darat sehingga sulit dipadamkan.
--page
"Murung Raya memiliki geografis yang cukup luas. Sehingga jangkauan dalam pemadaman sulit. Itu yang menjadi kendala kami saat ini ditambah dengan sumber air di lokasi pemadaman juga sulit didapatkan," ujarnya. (RIANSYAH/B-3)








