BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengklaim penanganan kawasan kumuh di Kota Palangka Raya telah mencakup 60 persen. Penanganan dilakukan oleh dinas teknis dan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).
“Sudah ada penurunan kawasan kumuh sekitar 60 persen,” kata Fairid seusai membuka berkolaborasi bersama dalam menyelaraskan program Kotaku di Jalan G Obos, Rabu, 4 September 2019.
Total luasan kawasan kumuh di Kota Palangka Raya 102,5 hektare, namun dari total tersebut sudah terlaksanakan program Kota Tanpa Kumuh sebesar 64 hektare.
“Jadi sisanya hanya 34,431 hektare yang masih kategori permukiman kumuh dan masih menjadi tantangan pemerintah daerah,” tuturnya.
Pemerintah kota telah menetapkan penanganan permukiman kumuh sebagai target nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun anggaran 2015-2019.
--page
“Salah satu sasarannya di sini adalah pengentasan kawasan kumuh perkotaan menjadi nol hektar, melalui penanganan kawasan kumuh sebesar 38,431 hektar,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-6)








