BORNEONEWS, Palangka Raya - Persoalan banjir di kota Palangka Raya tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah untuk mencegah dan mengatasinya. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab dan rasa kepedulian dalam menangani masalah banjir.
"Peran aktif dan tanggung jawab pemerintah itu sederhana saja. Tidak membuang sampah di parit agar air bisa mengalir dengan baik dan lancar saat musim hujan," ujar Wakil Walikota Palangka Raya Umi Mastikah, Kamis 05 November 2019.
Selain kesadaran tidak membuang sampah, masyarakat juga diharapkan untuk memiliki sebuah rasa gotong royong yang tinggi untuk membersihkan saluran yang ada didepan mata atau didepan rumah masing-masing.
"Saluran yang tersumbat didepan rumah juga tidak perlu harus tunggu pemerintah. Bisa ada gerakan gotong royong untuk membersihkan," ujarnya.
"Banjir yang melanda kota Palangka Raya pada umumnya karena tersendatnya aliran air yang disebabkan oleh tumpukan sampah yang menggunung didrainase, bukan semata karena hujan yang besar," tambahnya.
--page
Menurut Umi, upaya pemerintah kota Palangka Raya yang sudah maksimal melakukan pembangunan drainase dan juga infrastruktur jalan akan sia-sia jika masyarakat juga tidak disadarkan untuk menjaga dan mengambil bagian dalam kebersihan. (ARNOL/B-5)








