BORNEONEWS, Sampit - Cecep, anggota Polsek Ketapang banyak tidak bisa menjawab pertanyaan hakim saat menjadi saksi dalam kasus narkoba yang menyeret terdakwa Hendra alias Kapui.
Bahkan karena bingung, ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Sampit Darminto Hutasoit memerintahkan jaksa Rahmi Amalia untuk memanggil kapolsek pada sidang berikutnya.
Menurut saksi Cecep, Hendra diamankan pada Sabtu, 14 Desember 2019 sekira pukul 13.00 WIB, di rumahnya Jalan Iskandar 14 RT. 02 RW. 01 Kelurahan Ketapang, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim.
Berawal dari Informasi masyarakat yang diterima, jika di rumah terdakwa sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu. Hingga anggota polisi Cecep, Agus. 1 anggota lainnya, dan Kapolsek Ketapang datang ke rumah terdakwa.
"Berapa paket sabu yang diamankan," tanya jaksa yang tidak bisa dijawab saksi dengan alasan lupa.
--page
Bahkan soal penembakan terhadap Kapui turut ditanya, jawabannya tidak jelas. Termasuk siapa yang menembak, saksi tidak mau menyebutkanya.
"Waktu itu dia tidak melawan namum berupaya kabur makanya ditembak," tegasnya.
Saksi baru bisa menjawab saat jaksa membaca ulang keterangannya di BAP. Transaksi sabu itu terbongkar setelah dilakukan penyelidikan oleh anggota Polsek Ketapang yaitu Agus dan Cecep.
Selanjutnya terdakwa diamankan kemudian dengan disaksikan saksi H Anang Hairun, ketua RT setempat. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan 21 paket sabu.
Sebanyak 9 bungkus plastik klip sabu dan 1 pak plastik klip berada di dalam 4 kaca mata, dan turut juga ditemukan timbangan digital, pipet kaca, dan bong.
--page
Kemudian juga ditemukan 12 paket sabu, timbangan digital, dan ponsel di tempat kacaman. Ada juga timbangan digital ditemukan di atas meja kamar. Dalam kasus itu untuk barang bukti Kapui tidak menyangkalnya.
"Soal penembakan itu saja. Waktu itu saya tidak ada kabur," kata terdakwa.
Terpisah Bambang Nugroho, penasihat hukum terdakwa, Rabu, 11 Maret 2020 berharap kapolsek bisa hadir jika jaksa memanggilnya nanti.
"Ya kalau pengakuan terdakwa tidak ada dia kabur atau melawan kenapa ditembak. Biar terungkap semuanya, kita tunggu kehadirannya," tandasnya.(NACO/B-11)








