BORNEONEWS, Palangka Raya - Harga gula pasir dibeberapa daerah, khususnya di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah mulai mahal. Biasanya gula pasir dijual sekitar Rp 14.000 per kilo gram sampai Rp 16.000, namun kini naik menjadi Rp 18.000.
Dibeberapa warung sembako di Palangka Raya memang masih tersedia stok gula pasir, namun harganya gula mahal.
"Gula naik pak dari Rp 16.000 menjadi Rp 18.000," ucap salah satu pemilik warung sembako kepada borneonews.co.id di Palangka Raya, Selasa 10 Maret 2020.
Menanggapi kondisi tersebut, Kabid Perdagangan dan Luar Negeri Disperindag Provinsi Kalteng, Jenta mengatakan mahalnya harga gula karena produksi mengalami pemundurun.
"Musim giling gula kita terjadi pemunduran, sehingga diperkirakan panen gula kita di Juni, otomatis peredarannya di Juni," kata Jenta saat diminta tanggapan saat menghadiri press rilis di Ditreskrimsus Polda Kalteng, Rabu 11 Maret 2020.
--page
Kendati demikian sebut Jenta, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah merealisasikan atau mengizinkan pihak luar untuk mengimpor gula dari India dan diperkirakan Maret ini juga.
"Selain itu kita juga menerima impor gula dari bahan mentah dan diolahnya di Indonesia, namun juga membutuhkan waktu," tutupnya. (PARLIN TAMBUNAN/B-6)








