BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Pasar Besar, Hamidan meminta kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun Pemerintah Kota Palangka Raya supaya secepatnya harga gula pasir yang kini mahal bisa normal lagi.
"Kami berharap pemerintah agar mencarikan solusinya supaya harga gula ini kembali stabil lagi," harapnya, Kamis 12 Maret 2020.
Karena dalam situasi yang sangat sulit peluang usaha saat ini masyarakat berharap harga jangan sampai naik. "Apalagi sebentar lagi ini akan menghadapi bulan puasa," tandasnya.
Hamidan menuturkan lonjakan harga khususnya gula pasir di pasaran mulai merangkak naik sejak 1 bulan terakhir ini. Gula pasir dari harga Rp 14.000 - Rp 16.000 per kilo gram menjadi Rp 17.000 - Rp 18.000.
Melambungnya harga gula ini menurut pedagang Pasar Besar karena mereka membeli di tingkat distributor juga mahal.
--page
Sementara itu Kabid Perdagangan, DInas Perdagangan Provinsi Kalteng Jenta mengakui harga gula saat ini melambung tinggi, dibanding harga sebelumnya di kisaran Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per Kg.
“Kondisi ini terjadi secara nasional. Musim giling gula kita terjadi pemunduran, sehingga diperkirakan panen gula kita itu di bulan Juni, otomatis peredarannya di bulan Juni," katanya.
Kendati demikian pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah merealisasikan atau mengizinkan pihak luar untuk mengimpor gula dari India diperkirakan pada Maret 2020. (PARLIN TAMBUNAN/B-6)








