BORNEONEWS, Pulang Pisau - Bupati Pulang Pisau, H Edy Pratowo akhirnya secara resmi menyampaikan bahwa pihaknya tak akan memfasilitasi pembangunan lapak pasar ramadan. Hal itu untuk antisipasi atau pencegahan penyebaran corona virus disease 2019 atau Covid-19.
Sebelumnya, pembangunan lapak pasar wadai ramadan ini masih tarik ulur. Mengingat, salah satu khas dari ramadan adalah adanya pasar wadai.
Setiap tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau selalu memfasilitasi pembangunan lapak pasar wadai untuk para pedagang. Namun, tahun ini terpaksa tak bisa dilakukan mengingat kondisi daerah tengah dilanda pandemi virus corona.
Edy mengatakan, tidak dibangunnya lapak pasar wadai ini sudah melalui berbagai pertimbangan dan masukan dari sejumlah pihak. Akhirnya, pemerintah memutuskan untuk tidak membangun lapak pasar wadai ramadan.
"Kebijakan ini kami ambil untuk mencegah penyebaran virus corona. Saya harap para pedagang dan masyarakat pada umumnya bisa memahami hal ini," kata Edy, Sabtu, 18 April 2020.
--page
Bupati menjelaskan, tidak dibangunnya lapak pasar wadai ramadan ini bukan berarti para pedagang dilarang berjualan. Pedagang, lanjut bupati, silahkan tetap berjualan.
"Tetapi ketika berjualan harus diperhatikan protokol pencegahan penyebaran virus corona," jelas bupati. (M.BADARUDIN/B-7)








