PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Hari kedua penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Kota Palangka Raya, Selasa, 12 Mei 2020 subuh, kondisi Pasar Subuh tampak lengang.

Pantauan Borneonews, pukul 03.00 WIB para pedagang mulai membuka lapak-lapaknya di Pasar Subuh, Jalan Ahmad Yani, Palangka Raya. Padahal biasanya sejak tengah malam pasar ini sudah menggeliat.

"Biasanya mulai jam 12 malam kami sudah mulai jualan tapi ini kan lagi PSBB, jadi baru subuh kami buka. Ini juga aturannya harusnya jam 4 kami baru boleh jualan, ini mulai buka lapak jam 3 pelan-pelan saja sambil persiapan," kata Sholeh, pedagang di Pasar Subuh kepada Borneonews.

Menurut Sholeh, kondisi pasar hari ini tidak seperti biasanya. Dia memang sudah membuka lapaknya sejak pukul 03.00 WIB namun banyak juga rekannya yang baru membuka lapak pukul 04.30 WIB.

"Mungkin kesiangan, habis sahur tidur lagi. Karena kan memang biasanya tengah malam sudah buka, karena ini baru boleh bisa buka pagi, malah banyak yang kesiangan. Karena tidak biasa saja," tuturnya sambil tersenyum simpul.

--page

Meski buka tidak pada jam biasanya akibat PSBB namun cukup banyak masyarakat yang datang ke pasar untuk berbelanja seperti biasanya.

"Pasar subuh kan memang murah-murah, biasanya juga belanja jam segini jadi tidak masalah walaupun PSBB. Habis sahur tadi langsung kesini. Memang agak sepi daripada biasanya tapi ya tidak apa-apa juga, asal pasarnya masih tetap buka kan bisa setiap hari kalau mau belanja, tidak masalah," tutur Intan, salah seorang pembeli. (TESTI PRISCILLA/B-6)