LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Nanga Bulik baru saja mendapatkan tambahan mesin pembangkit satu unit. 

Adanya tambahan mesin pembangkit tersebut praktis membuat produksi daya PLN ULP Nanga Bulik saat ini dalam posisi surplus. Hal itu seperti disampaikan oleh Manager PLN ULP Nanga Bulik, Indi Chrisna Wijaya, Senin 22 Juni 2020.

"Betul, Kita dapat tambahan satu unit mesin pembangkit yang direlokasi dari kota Banjar Baru. Mesin tersebut memiliki daya satu mega watt (MW)," ungkapnya. 

Dia menyebutkan, jika sebelumnya produksi daya yang dihasilkan hanya bisa mencukupi kebutuhan pelanggan yang sudah ada, dengan adanya tambahan mesin pembangkit saat inipun pihaknya sudah bisa melayani pemasangan baru. 

"Sekarang, total daya mampu kita sekitar 5,8 MW. Jika untuk pelanggan rumah tangga, kita bisa melayani pasang baru sekitar 2.500 pelanggan," jelasnya. 

--page

Indi Chrisna juga mengatakan, seperti beberapa mesin pembangkit yang sudah ada, mesin pembangkit tersebut saat ini ditempatkan di komplek pembangkit Simpang Sepaku, Desa Kujan, Kecamatan Bulik. 

"Sepanjang bukan gangguan alam, kalaupun ada gangguan mesin kita masih punya cadangan," terangnya.

Sementara, saat disinggung perihal perawatan jaringan, ia mengaku selalu rutin dilakukan. Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat sangat mendukung.

"Alhamdulillah, masyarakat juga mendukung. Misalnya, mereka tidak keberatan jika ada tanam tumbuhnya ditebang atau dipangkas karena mengganggu jaringan listrik," tukasnya. (HENDI NURFALAH/m)