BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Warga Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Tanggul Harapan, Kecamatan Seruyan Hilir, yang tinggal di pinggir jalan poros Kuala Pembuang-Telaga Pulang, belum bisa menikmati listrik.
Pasalnya, jaringan listrik dari PLN Kuala Pembuang, memiliki trafo terpasang di dalam kawasan pemukiman warga Tanggul Harapan dan jauh dari jalan poros utama.
Didin, salah satu warga yang tinggal di jalan poros mengaku, sudah lama mengusulkan pemasangan listrik, namun lantaran kendala ini, belum bisa di realisasikan.
"Trafo jaringan listrik ada di kawasan pemukiman, yang jauh dari jalan poros, sehingga menjadi kendala bagi kami yang tinggal di pinggir jalan utama ini," katanya, Minggu, 2 Agustus 2020.
Lantaran tidak bisa teraliri listrik. Setiap hari ia dan keluarga, harus mengeluarkan biaya ekstra, karena harus menggunakan mesin genset.
--page
"Terpaksa harus menggunakan genset, untuk keperluan listrik di rumah, meskipun harus mengeluarkan biaya lebih," imbuhnya.
Didin bersama warga lain, berharap ada solusi, agar kedepan mereka yang tinggal di jalan poros, bisa menikmati listrik, seperti warga lainnya. ( FAHRUL/B-5)








